Setahun Berkibar, Dicoding Gaet Ribuan Developer

 

Jakarta - Indonesia punya banyak developer. Namun jumlah developer tersebut belum sebanding dengan pertumbuhan aplikasi. Banyak yang mengaku developer tapi aplikasi yang dihasilkan belum banyak. 

Berangkat dari keprihatinan ini, developer hub Dicoding melihat adanya kebutuhan untuk memudahkan para aktor di industri IT menemukan 'jalannya'.

"Kami hadir untuk memotivasi, mendukung, dan meningkatkan kemampuan para developer Indonesia menciptakan produk teknologi unggul yang mampu menjadi karya-karya terbaik," ujar co-founder Dicoding, Narenda Wicaksono, melalui keterangnnya kepada detikINET, Sabtu (9/1/2016). 

Tepat satu tahun sejak peluncurannya, Dicoding telah memikat lebih dari 9.300 developer dari 95 kota di seluruh Indonesia. Dicoding juga mencatat ada 3.100 developer aplikasi lintas platform yang telah mendaftar untuk mengikuti berbagai kegiatan offline yang mereka gelar. 

Semangat dan kerja keras para developer untuk mempersembahkan karya terbaik mereka terangkum dalam lebih dari 1.350 aplikasi yang lahir dari challenge yang ditawarkan melalui platform Dicoding.

Sedikit kilas balik mengenai Dicoding, platform ini resmi diluncurkan pada 5 Januari 2015, untuk menjembatani developer dengan kebutuhan dan permintaan pasar yang semakin kompetitif. 

Melalui ketiga pilarnya, yakni developer, challenge, dan academy, Dicoding giat bekerja mewujudkan misinya berkontribusi menumbuhkan ekosistem IT di Indonesia.

"Dicoding merupakan platform yang baik untuk menjadi sarana pengembangan diri para pelaku industri kreatif, khususnya para developer mobile, secara kompetitif dan menarik," ujar Gathot Fajar salah satu developer sekaligus CEO Creacle Studio. 

Melalui challenge yang rutin diadakan, Dicoding telah mendorong lahirnya lebih dari 1.350 aplikasi yang meliputi aplikasi mobile, web, dan Internet of Things (IoT) dengan jumlah download mencapai lebih dari 36 juta kali. 

Di Dicoding, developer yang berhasil menyelesaikan challenge akan mendapat imbalan berupa poin yang kemudian dapat ditukar dengan rewards menarik seperti smartphone, laptop, dan lain-lain. Total jumlah poin yang telah diraih para developer hingga saat ini mencapai lebih dari 600 ribu poin.

Data ini menunjukkan keunggulan kualitas developer di Indonesia yang berdaya saing tinggi. Selain developer profesional, di Dicoding banyak juga developer pemula yang bergabung.

"Dicoding adalah sebuah platform yang sangat memudahkan kami mengembangkan ekosistem developer sekaligus menjangkau developer terbaik di Indonesia secara lebih efektif dan efisien," ungkap Firstman Marpaung, Developer Relations Intel Indonesia. 

Tak sulit bagi developer yang ingin bergabung dengan Dicoding. Mereka bisa langsung mendaftarkan diri ke website Dicoding untuk mulai belajar dan mengasah kemampuan pemrograman, mengikuti beragam tantangan, meraih poin, dan merebut berbagai hadiah menarik di Dicoding.

Source: http://inet.detik.com/

© 2017, Digital Innovation Lounge

Please publish modules in offcanvas position.