Product/Market Fit: Apa dan Bagaimana Cara Mendapatkannya


Ikhtisar
  • Product/ market fit merupakan kondisi di mana sebuah startup telah berhasil membuat produk yang menghadirkan nilai tambah bagi konsumennya.
  • Ada lima komponen kunci dalam Product/ Market fit Pyramid, antara lain target konsumen, kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, keunggulan bisnismu dibanding kompetitor, fitur apa saja yang dimiliki produk, pengalaman pengguna (user experience).

Salah satu tantangan terbesar ketika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis adalah mengetahui kecocokan produk yang kamu kembangkan terhadap pasar — atau yang biasa disebut dengan product/ market fit.

Dengan mengetahui product/market fit, kamu akan mampu untuk menawarkan sebuah produk yang diinginkan oleh konsumenmu — yang membuatmu semakin mudah meyakinkan konsumen untuk membeli solusi yang kamu tawarkan. Tanpa adanya pengetahuan yang memadai tentang product/market fit, pada dasarnya kamu hanya akan mampu menebak-nebak apa yang menjadi keinginan konsumen.

Apa itu product/market fit? Mengapa hal tersebut sangat penting?

Product/market Fit | Apa itu Product/market Fit

Istilah product/market fit pertama kali diperkenalkan oleh Marc Andressen, seorang entrepreneur, investor, dan software engineer. Dalam artikelnya yang berjudul The Only Thing That Matters, Andressen mendefinisikan istilah product/market fit sebagai keberhasilan dari sebuah produk yang telah memasuki pasar yang cocok serta mampu menghadirkan solusi yang dapat memuaskan pasar.

Walau sepintas istilah ini terdengar ambigu, tetapi hal ini dapat menjadi permulaan yang baik bagimu. Ilustrasi berikut ini akan memberikanmu gambaran yang lebih jelas tentang apa itu product/market fit.

  • Kamu dapat merasakan ketika product/market fit memang tidak terjadi. Konsumen merasa bahwa mereka tidak mendapatkan nilai tambah apapun dari sebuah produk. Selain itu, kabar tentang produkmu juga tidak nyaring terdengar, jumlah pengguna tidak berkembang, ulasan dari berbagai media juga terbilang biasa saja, dan siklus penjualan yang terbilang terlalu lama.
  • Kamu juga dapat merasakan ketika product/market fit tersebut terjadi. Konsumen tidak sabar menunggu inovasi selanjutnya dari produk yang kamu kembangkan, jumlah pengguna yang bertambah serta server yang overload karena banyaknya pengguna. Uang yang masuk ke pundi-pundimu juga semakin banyak. Kamu membutuhkan lebih banyak karyawan untuk mengurusi perusahaan yang semakin besar. Media massa juga memuji perusahaanmu karena berhasil membantu keseharian masyarakat.

Product/market fit adalah hal yang harus diutamakan oleh setiap startup. Seorang founder harus mengetahui betul tentang product/market fit apabila mereka tidak ingin konsepnya gagal sebelum berkembang. Walau begitu, mendefinisikan product/market fit tidak semudah mengucapkannya, karena hal ini membutuhkan pengetahuan mendalam dari pasar yang kamu bidik.

Product/market fit lebih dari sekadar menghadirkan nilai tambah, tetapi kemampuanmu untuk menghadirkan solusi yang tepat, kepada konsumen yang tepat serta menjelaskan kepada mereka mengapa produk yang kamu buat akan berguna untuk mereka.

Bagaimana cara mengetahui bahwa kamu memiliki product/market fit atau tidak?

Product/market Fit | Mengetahui Product/market Fit

Salah satu cara untuk mengetahui apakah kamu memiliki product/market fit adalah dengan mengirimkan survei kepada pengguna. Agar survei ini dapat efektif, kamu harus memiliki jumlah sampel yang cukup. Tidak mungkin sepuluh orang responden dapat memberikanmu data yang cukup untuk diolah. Sebaliknya, apabila kamu dapat menyebar survei kepada lebih dari seratus orang responden, data yang kamu miliki akan sangat membantumu untuk mengetahui product/market fit dari solusi yang kamu kembangkan.

Inti dari seluruh pertanyaan dalam survei yang kamu jalankan adalah: “Apa yang kamu rasakan ketika kamu tidak dapat menggunakan produk ini lagi?

Pertanyaan tersebut nantinya akan berpotensi menghasilkan tiga macam jawaban:

  • Sangat kecewa
  • Kecewa
  • Tidak kecewa atau biasa saja (pengguna tidak terlalu peduli)

Apabila empat puluh persen responden menjawab “Sangat kecewa”, ini adalah kabar baik untukmu, karena jawaban tersebut adalah indikator terkuat dari product/market fit.

Mungkin cara ini terlihat sangat simpel, tetapi memang sebaiknya kamu tidak menghabiskan seluruh waktumu untuk menemukan product/market fit. Waktu yang kamu miliki dapat lebih berguna apabila kamu menggunakannya untuk hal lain yang lebih bermanfaat, seperti mengembangkan bisnismu.

Yang terpenting sekarang adalah prosesnya. Kamu dapat memilih untuk langsung menanyakan pertanyaan tersebut, menjalankan survei, dan menyesuaikan bisnismu berdasarkan jawaban dari responden.

Kamu juga dapat melakukan upaya lain seperti menanyakan hal lain kepada responden untuk mendapatkan konteks lebih baik tentang mengapa seseorang menjawab pertanyaan tersebut. Data yang kamu dapat akan sama bergunanya dengan konteks di mana data tersebut dikumpulkan dan disajikan.

Bagaimana cara mendapatkan product/market fit?

Dan Olsen, seorang ahli di bidang manajemen produk dan penulis dari The Lean Product Playbook, lebih lanjut mendefinisikan bahwa product/market fit adalah kondisi di mana sebuah startup telah berhasil membuat produk yang menghadirkan nilai tambah bagi konsumennya.

Untuk mempermudah bisnis untuk mencapai tujuannya, Olsen membuat sebuah framework yang ia namakan Product/Market Fit Pyramid. Piramida ini adalah sebuah model yang berusaha untuk menggambarkan konsep product/market fit menggunakan lima komponen kunci.

Product/market Fit | Piramida Product/market fit

Berdasarkan prioritasnya, lima komponen kunci dalam piramida ini adalah:

  • target konsumen
  • kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi
  • keunggulan bisnismu dibanding kompetitor
  • fitur apa saja yang dimiliki produk
  • pengalaman pengguna (user experience)

Untuk dapat membuat sebuah produk yang sukses, kamu harus membuat beberapa hipotesis dari lima komponen kunci ini. Piramida ini nantinya akan membantumu untuk dapat menyusun hipotesis yang kuat dan detail.

Berdasarkan piramida product/market fit di atas, Olsen juga telah membuat sebuah proses untuk membantu para pelaku bisnis untuk mengartikulasi, menguji, dan merevisi rencana bisnismu agar kamu dapat mencapai tujuanmu. Proses ini dinamakan Lean Product Process.

Lean Product Process adalah sebuah proses iteratif yang didasarkan pada piramida product/market fit. Lean Product Process terdiri dari enam tahapan:

  • Determine your target customer (Tentukan target konsumenmu). Target konsumen akan menentukan apakah produkmu sesuai dengan kebutuhan mereka atau tidak. Gunakan segmentasi pasar untuk dapat mengerti siapa target konsumenmu. Mungkin kamu tidak akan langsung mengetahui siapa mereka, tetapi dengan menggunakan hipotesis dari data yang ada, kamu dapat terus menerus mengembangkan hasil penelitianmu dari tiap iterasi yang kamu lakukan.
  • Identify underserved customer needs (Identifikasi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi). Identifikasi kebutuhan spesifik yang akan menciptakan peluang menarik di pasar. Jangan masuk ke ranah di mana konsumen sudah sangat puas dengan solusi yang mereka pilih. Buat produk yang menjawab kebutuhan mereka.
  • Define your value proposition (Tentukan keunggulan yang membedakan bisnismu dengan bisnis lainnya). Jika kamu memasuki ranah persaingan yang sama dengan kompetitormu, kamu harus mengetahui bagaimana produk yang kamu buat dapat melampaui kualitas dari produk kompetitor. Fitur unik apa dalam produkmu yang akan membuat konsumen memilih produk tersebut?
  • Specify your Minimum Viable Product (MVP) feature set (Tentukan fitur apa saja yang akan ada di MVP). Berdasarkan value proposition yang telah kamu susun, mulailah untuk membuat deretan fitur apa saja yang akan hadir di MVP yang akan kamu buat. Jangan habiskan terlalu banyak waktu di tahap ini karena kamu akan melakukan pengembangan seiring berjalannya waktu.
  • Create your MVP prototype (Buatlah prototipe MVP). Setelah mengetahui fitur apa saja yang akan menjadi keunggulan produkmu, buatlah sebuah MVP yang mengintegrasikan seluruh fitur tersebut. Jangan patah semangat apabila masih akan ada kekurangan pada MVP tersebut, karena nantinya kamu akan meningkatkan kualitas pada tiap iterasi yang kamu lakukan.
  • Test your MVP with customers (Ujikan MVP kepada konsumen). Kumpulkan feedback dari konsumen terhadap MVP yang kamu buat dan tingkatkan kualitas produkmu. Bila diperlukan, adakan wawancara dalam pengumpulan feedback agar hasil yang didapat lebih spesifik dari tiap subjek pengujian.

Jangan berhenti berkembang untuk mendapatkan product/market fit

Product/market Fit | Selalu Bersemangat

Proses untuk mendapatkan product/market fit adalah sebuah perjalanan iteratif yang membutuhkan ketelatenan. Walaupun kamu telah menjalankan keenam langkah Lean Product Process di atas, kamu tetap akan melakukan revisi terhadap hipotesis dari apa yang telah kamu pelajari.

Dalam tiap proses iterasi, bukan tidak mungkin kamu akan merevisi MVP beberapa kali. Hal ini wajar, karena kamu akan mendapatkan feedback yang berkesinambungan dari konsumen untuk pengembangan produkmu agar bisa diterima oleh pasar.

Source : https://id.techinasia.com/product-market-fit?ref=related&pos=2


© 2017, Digital Innovation Lounge

Please publish modules in offcanvas position.