Menggaet Mahasiswa TI Sanata Dharma Dalam Melirik Dunia Artificial Intelligence Untuk Berani Ekspansi Ke Dunia StartUp

Jurusan Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma berdiri sejak tahun 1995. Sejak didirikan jurusan ini sudah melakukan beberapa kali adaptasi dan perubahan kurikulum yang di sesuaikan pada perkembangan era modern. Namun sangat disayangkan, sejak pertama didirikannya jurusan TI di Universitas Sanata Dharma, kebanyakan lulusannya lebih memilih untuk tetap berada di zona nyaman yakni bekerja pada perusahaan besar.

Keresahan tersebut kini dirasakan oleh salah satu dosen di jurusan Teknik Informatika yakni Ibu Rita. Menurutnya, kebanyakan mahasiswa TI SADHAR tidak mau keluar dari zona nyaman mereka. Pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan masih terlihat lebih menggiurkan dibanding membuat sebuah StartUp yang harus mulai dari nol. Oleh karena itu, Ibu Rita berinisiatif untuk mengundang DILo Jogja untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa/i jurusannya.

Pada hari Selasa, 13 November 2018 DILo Jogja kembali menggelar DILo Goes to Campus dalam upaya menarik perhatian mahasiswa Universitas Sanata Dharma khususnya jurusan Teknik Informatika untuk mau memulai kariernya dalam dunia StartUp.

DILo Jogja adalah sebuah crative camp yang dikembangkan oleh MIKTI dan Telkom. Memiliki visi dan misi besar untuk selalu menjaga agar ekosistem StartUp dan komunitas digital di Jogja terus berkembang, DILo Jogja gencar memotivasi mahasiswa di Yogyakarta untuk mau memulai sebuah StartUp.

DILo Jogja akan memfasilitasi tempat dengan wifi berkecepatan tinggi serta workshop gratis bagi mereka yang mau belajar dan mengembangkan ide dan menuangkannya menjadi sebuah aplikasi atau StartUp. Iming iming tersebut dipaparkan manager DILo Jogja kepada mahasiswa/i TI SADHAR. Selain itu, event yang diadakan DILo yakni DILo Hackathon Festival 2018 DIY-Jateng yang berhadiah total 15jt rupiah juga menjadi umpan manis bagi para Mahasiswa/i.

Terlebih lagi, CEO Botika yang merupakan StartUp yang sedang berkembang di Jogja juga didatangkan sebagai pembicara. Fakta bahwa background pendidikan Ditto Anindita sang CEO berasal dari Non-IT (Jurusan Bahasa Inggris) juga memukul keras mahasiswa/i TI SADHAR yang hadir pada acara tersebut.

Motivasi yang diberikan oleh DILo Jogja dan CEO Botika diharapkan bisa membuat mahasiswa/i TI SADHAR berani untuk memulai langkahnya dalam bidang creative digital khususnya StartUp, sehingga pada akhirnya Yogyakarta bisa memiliki ekosistem StartUp dan Digital Creative yang baik. Hal tersebut diharapkan bisa memicu turunnya jumlah pengangguran di Yogjakarta.

© 2017, Digital Innovation Lounge

Please publish modules in offcanvas position.